Kenaikan Bawang Oleh Pengaruh Cuaca

Friday, March 15, 2013

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai kenaikan harga bawang terjadi karena minimnya suplai akibat terpengaruh cuaca yang pada beberapa bulan terakhir masih masuk dalam musim penghujan. Sementara tingkat inflasi pada awal tahun lebih karena terpengaruh penerapan pembatasan impor hortikultura (budidaya tanaman kebun) oleh pemerintah.
“Untuk bawang putih, bawang merah, suplainya kurang karena musim hujan. Sedangkan inflasi, memang dari Januari yang lalu terdampak dari penerapan UU hortikultura. Berpengauh pada inflasi,” tukas Perry Warjiyo, Asisten Gubernur BI yang baru saja lulus fit and proper test jadi Deputi Gubernur BI, di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2013.
Menurutnya, khusus untuk mengatasi persoalan harga bawang yang cukup tinggi di pasar, diperlukan komunikasi oleh pemerintah, terutama dalam mencari masukkan dari para pedagang untuk mengatasi persoalan ini. Demikian diharapkan masalah pasokan bawang yang menipis bisa segera diselesaikan.
So far (sejauh ini) tekanan masih ada, saya harus lihat lagi hasil survei, mingguan itu memang tekanan di bawang putih, cabai. Ke depannya sangat tergantung kecepatan penanganan pemerintah, proses seleksi importir bisa dipercepat. Itu salah satu aspek, import bawang,” tandasnya.
BPS mencatat dari inflasi 0,75% pada Februari 2013, inflasi inti terjaga sebesar 0,30%. Dalam setahunan, inflasi tercatat sebesar 5,31%, di mana inflasi inti sebesar 4,29%. Khusus untuk harga bawang sendiri, di pasar domestik harganya sudah cukup tinggi, di mana untuk wilayah Jakarta sudah menembus Rp40 ribu per kilogram.
Mulai akhir Januari ini sampai Juni 2013, pemerintah tidak akan mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk 13 jenis produk di antaranya, Kentang, Kubis, Wortel, Cabai, Nanas, Melon, Pisang, Mangga, Pepaya, Durian, Bunga Krisan, Bunga Anggrek, dan Bunga Heliconia. (*)

0 komentar:

 
Do you can do it?? © 2012